You are here: HomeStatuta & KurikulumStatuta
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show

Statuta

 

STATUTA

 

SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA BETHANY KALIMANTAN

 

 

 

 

SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA BETHANY BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR

Jl. Kol. Syarifudin Yoes, No.7, Ring Road

Telp. (0542) 766209, 766236 ; Fax. (0542) 766214

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

 

 

 

Ditandasahkan :

STATUTA Sekolah Tinggi Teologia “Bethany – Balikpapan”ini telah disetujui dan Disahkan Oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama Republik Indonesia :

 

 

Direktur Jenderal Bimas Kristen                     

Kementerian Agama Republik Indonesia

 

 

 

 

 

 

Dr. Saur Hasugian, M.Th

NIP : 195310101979031003

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

NAMA , PENDIRI, WAKTU PEMBUKAAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN

 

Pasal 1

NAMA

 

Lembaga pendidikan teologia ini dinamakan Sekolah Tinggi Theologia Bethany Kalimantan, dan selanjutnya disingkat STTB-K, Dalam bahasa Inggris diterjemahkan Kalimantan Bethany Theological Seminary.

 

Pasal 2

PENDIRI

 

Sekolah Tinggi Theologia Bethany Kalimantan (STTB-K) didirikan oleh Yayasan Bethany Kalimantan.

 

Pasal 3

WAKTU PEMBUKAAN

 

Secara historis STTB-K sejak tahun 2000 berafiliasi dengan Sekolah Tinggi theologia Bethany Surabaya, kemudian telah menyesuaikan dengan peraturan dan perundangan Indonesia menjadi Sekolah Tinggi Theologia Bethany Kalimantan sejak  23 Agustus 2003.

 

Pasal 4

TEMPAT KEDUDUKAN

 

STTB-K berkedudukan di Jalan Kolonel Syarifudin Yoes No.07 Ring Road, Telp. (0542) 7666209, 7666236 Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.

 

Pasal 5

KEPEMILIKAN

 

Fasilitas tanah dan bangunan STTB-K adalah milik Yayasan Bethany Kalimantan yang berkedudukan di Balikpapan, Akta nomor 116 tanggal 23 Agustus dan Akta nomor 08 tanggal 04 September 2006 yang dibuat oleh notaris Adi Gunawan SH berkedudukan di Balikpapan dan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor : C.2294111.01.02.TH 2206 Tanggal 04 Oktober 2006.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KEPERCAYAAN DASAR, ASAS, TUJUAN, DAN USAHA

 

Pasal 6

KEPERCAYAAN DASAR

 

Asas kepercayaan yang berikut merupakan dasar teologia kehidupan dan pelayanan STTB-K :

1.      Alkitab adalah firman Allah yang telah diilhamkan kepada manusia dan menjadi satu satunya pedoman iman , moral, dan rohani umat.

2.      Allah yang maha kuasa, pencipta langit dan bumi adalah Esa dan tritunggal, yaitu : Bapa, Anak, Roh Kudus.

3.      Allah Anak adalah Allah yang telah menjelma menjadi manusia seutuhnya, yaitu : Yesus Kristus. Ia dadalah satu-satunya juruselamat manusia. Dengan perantaraan-Nya manusia dapat langsung datang kepada Allah.

4.      Allah Roh Kudus adalah Allah. Ia memanggil orang untuk percaya, mendiami, membaptiskan, memeteraikan, memberi karunia rohani, memenuhi, dan memperlengkapi  setiap orang percaya untuk melanjutkan pelayanan Kristus melalui jemaat-Nya.

5.      Manusia diciptakan dengn kemampuan untuk bersekutu dengan Allah tetapi telah mendurhakai Allah dan jatuh ke dalam dosa.

6.      Keselamatan adalah karya Allah yang di lakukan-nya untuk manusia. Keselamatan itu hanya diperoleh melalui pertobatan dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, atas dasar anugerah Allah.

7.      Gereja setempat adalah persekutuan orang-orang percaya yang telah dibaptiskan untuk mengemban amanat agung Tuhan Yesus. Gereja universal terdiri atas semua orang yang telah bertobat serta mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya.

8.      Upacara agung gereja hanya ada dua macam, yaitu : baptisan secara selam, dan perjamuan Tuhan. Kedua upacara tersebut merupakan gambaran simbolis yang penuh dengan makna rohani.

9.      Gereja dan negara berkedudukan dan bertugas sendiri-sendiri, tetapi keduanya bekerjasama dengan selaras dan seimbang dalam membentuk manusia seutuhnya.

10.  Pada hari akhir Tuhan Yesus Kristus akan datang kembali.

 

Pasal 7

ASAS

Sekolah Tinggi Theologia Bethany Kalimantan berasaskan alkitab. Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD’45.

 

Pasal 8

TUJUAN

STTB-K bertujuan untuk, melatih, mendidik serta mempersiapkan warga gereja dan pelayan injil serta gembala-gembala sidang dengan perlengkapan pelayanan untuk menjadi pembimbing, pelayan injil dan pemimpin-pemimpin jemaat yang lebih berbobot dalam pengetahuan alkitab, doktrin-doktrin theologia yang sehat dan keterampilan pelayanan yang praktis.

 

 

 

 

Pasal 9

USAHA

 

1.      Membina dan membimbing orang yang belajar di STTB-K, supaya mereka bertumbuh baik dari segi moral, mental maupun spiritual, sehingga mereka mampu melayani Tuhan secara profesional.

2.      Memberikan pendidikan teologia yang berdasarkan alkitab, bersifat akademis, praktis yang relevan dengan kebutuhan gereja secara interdenominasional.

 

BAB III

SIFAT

 

Pasal 10

SIFAT UMUM

 

STTB-K bersifat interdenominasi artinya menerima mahasiswa yang diutus oleh berbagai denominasi gereja.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, STTB-K menjunjung tinggi Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu :

 

1.      Melaksanakan pendidikan dan pengajaran, melaksanakan penelitian, dan melaksanakan pengabdian pada masyarakat.

2.      Menjunjung tinggi kebebasan mimbar, yang berarti kebebasan mengemukakan pendapat dalam lingkungan serta forum perguruan tinggi dengan menyadari sepenuhnya bahwa kebebasan ilmiah dan kebebasan mimbar mengandung makna pengembangan dan penerapan ilmu.

3.      Menjunjung tinggi kode etik akademik, yang berrti menghargai hakekat masing-masing ilmu, tata cara pemikiran, penulisan dan diskusi menurut metode ilmiah.

 

 

Pasal 11

SEMBOYAN DAN SIFAT KHUSUS

 

1.      Sebagai lembaga pendidikan tinggi teologi yang bersifat misioner, STTB-K bersemboyan Pergilah kesegala bangsa dan beritakanlah injil.

 

2.      STTBK mempunyai sifat khusus yang disebut pola pokok STTB-K yaitu : Membentuk Hamba Tuhan Dengan Manusia Roh Yang Berkualitas, Bagi Pembangunan Tubuh Kristus.

 

 

 

 

 

 

BAB IV

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

 

Pasal 12

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

 

1.      STTB-K mempunyai tugas pokok :

Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran teologi kristen yang bersifat akademis, dan sesuai dengan konteks kebudayaan Indonesi, yang meliputi pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada Tuhan, gereja, dan masyarakat untuk orang yang terpanggil menjadi pelayan Tuhan.

 

2.      Untuk menyelenggarakan tugas pokok itu, STTB-K berfungsi :

2.1. Menyelenggarakan pengembangan pendidikan dan pengajaran teologia kristen.

2.2. Bekerjasama dengan gereja-gereja setempat untuk mempersiapkan dan membekali pemimpin-pemimpin gereja setempat sehingga mereka mampu melayani Tuhan.

2.3.Mempersiapkan dan memperlengkapi umat Allah sehingga mereka mampu memulai, memimpin, dan mendewasakan gereja-gereja serta melaksanakan pelayanan kristen lainnya.

2.2. Menyelenggarakan pengabdian kepada Tuhan, gereja dan masyarakat.

 

BAB V

STRUKTUR ORGANISASI

 

Pasal 13

KEDUDUKAN DAN KERJASAMA

 

Secara resmi STTB-K merupakan pendidikan theologi dibawah penyelenggaran Yayasan  Bethany Kalimantan . Yayasan Bethany Kalimantan yang berkedudukan di Balikpapan, Akta nomor 116 tanggal 23 Agustus 2003 dan Akta nomor 08 tanggal 04 september 2006 yang dibuat oleh notaris Adi Gunawan SH berkedudukan di Balikpapan dan SK Menteri Hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia, nomor : C.2294111.01.02.TH 2006 Tanggal 04 Oktober 2006. Didaftar ulang dirjen bimbingan masyarakat kristen departemen agama RI, nomor : DJ IIIO/ Kep/ HK.00.5/ 270/ 2008

Kerjasama :

1.      Dalam menyelenggarakan STTB-K, dewan pimpinan yayasan Bethany Kalimantan bekerjasama dengan gereja-gereja BethanyIndonesia.

2.      STTB-K juga bekerjasama dengan gereja-gewreja kristen injili yang seasas dalam maupun luar negeri

3.      Secara akademik STTB-K bekerjasama dengan sekolah-sekolah teologia yang seasas didalam dan diluar negeri.

 

 

 

Pasal 14

SUSUNAN ORGANISASI

 

Unsur-unsur organisasi STTB-K terdiri dari lima perangkat :

1.      Unsur penyelenggaran : Yayasan Bethany Kalimantan.

2.      Unsur pimpinan : Ketua dan Pembantu Ketua.

3.      Unsur normatif, dan perwakilan tertinggi STTB-K : Senat STTB-K

4.      Unsur pelaksana, unsur penunjang dan unsur kelengkapan.

 

Pasal 15

PENYELENGGARA

 

 Penyelenggaraan STTB-K adalah Yayasan Bethany Kalimantan .

 

Pasal 16

DEWAN PENYANTUN

STTBK dapat memiliki kelengkapan organisasi funsional yaitu Dewan Penyantun :

 

1.      Dewan Pimpinan Yayasan Bethany Kalimantan dapat menetapkan dewan penyantun STTB-K atas usul ketua STTB-K, Dewan penyantun terdiri atas tokoh-tokoh masyarakat / gereja yang mempunyai nminat dan perhatian terhadap penyelenggaraan dan pengembangan STTB-K. Anggota dewan penyantun ditunjuk untuk masa lima tahun, dan boleh ditunjuk kembali.

1.1.             Pengurus dewan penyantun dipilih oleh dan di antara anggota dewan penyantun.

1.2.            Dewan penyantun adalah unsur kelengkapan STTB-K yang mempunyai tugas bukan struktural melainkan fungsional, sebagai berikut :

1.2.1.      Menjaga dan memelihara hubungan baik antara masyarakat gereja dan instansi-instansi lain dengan STTB-K.

1.2.2.      Membantu STTB-K dalam mengatasi permasalahan pendanaan STTB-K.

 

1.3.Dewan penyantun dapat :

1.3.1.      Meminta laporan / keterangan  / penjelasan kepada ketua dan memberikan pendapat atau pertimbangan, atas kehendak sendiri atau atas permintaan ketua.

1.3.2.      Menghadiri upacara-upacara, rapat-rapat badan kelengkapan sekolah tinggi, dan kegiatan lain, dengan sepengetahuan ketua STTB-K.

 

Pasal 17

UNSUR PIMPINAN : KETUA

 

1.      Ketua adalah pimpinan dan penanggungjawab utama, mempunyai kedudukan di bawah Yayasan Bethany Kalimantan.

2.      Sebagai pimpinan dan penanggung jawab utama,ketua mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagaimana disebutkan pada pasal 14 Pasca Sarjana. Ia harus memenuhi syarat untuk menjadi dosen STTB-K (pasal 22 ayat 4, Pasca Sarjana).

3.      Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut pada ayat 2 pasal ini, ketua :

3.1.       Dibantu oleh pembantu ketua yang minimal jumlahnya tiga orang, antara lain ;

3.1.1        Pembantu ketua I Bidang akademik.

3.1.2        Pembantu ketua II Bidang administrasi umum.

3.1.3        Pembantu ketua III Bidang kemahasiswaan

      3.2.   Bersama-sama dengan pembantu ketua.

3.2.1    Merencanakan dan mengevaluasi pelaksanaan program STTB-K secara periodik

3.2.2 Menkoodinir semua kegiatan dari masing-masing bidang yang mempengaruhi   pekerjaan satu dengan yang lain.

3.2.2    Menyelidiki kebutuhan sekolah, membuat rencana kerja serta penanggalan tahunan.

3.3. Memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, paengabdian kepada masyarakat ; membina tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga administrasi, dan administrasi sekolah, serta hubugan dengan lingkungannya.

3.4.   Bilamana berhalangan tidak tetap, pembantu ketua bidang akademik bertindak sebagai pelaksana harian ketua.

3.5.   Bilamana berhalangan tetap, penyelenggara STTB-K mengangkat pejabat ketua.

 

4.      Masa jabatan ketua adalah lima tahun. Ketua dapat di angkat kembali.

5.      Pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian ketua diatur sebagai berikut :

5.1.   Pemilihan dan pengangkatan.

5.1.1. Calon ketua STTB-K dipilih oleh senat STTB-K setelah mendapat masukan bakal calon dari pelbagai pihak paling lambat 3 bulan sebelum masa jabatan ketua berakhir.

5.1.2. Senat STTB-K mengusulkan calon ketua STTB-K kepada Yayasan Bethany Kalimantan untuk menentukan ketua STTB-K yang terpilih ( melalui “Fit and proper Test”).

5.1.3.   Ketua STTB-K terpilih diberitahukan secara tertulis oleh STTB-K kepada dirjen bimas kristen departemen agama Republik Indonesia.

      5.2.  Pemberhentian.

               Ketua dapat berhenti apabila :

1.      Berakhir masa jabatan

2.      Meninggal dunia

3.      Mengundurkan diri atas permintan sendiri

4.      Ada alasan lain atas usul dari dewan kurator nasional kepada penyelenggara.

 

Pasal 18

UNSUR PIMPINAN : PEMBANTU KETUA

 

1.      Pembantu ketua (disingtkat puket) adalah unsur pimpinan STTB-K yanmg menerima limpahan tugas dalam bidang tertentu dari ketua. Sama seperti ketua, puket harus memenuhi syarat sebagai dosen STTB-K.

2.      Masa jabatan pembantu ketua adalah lima tahun. Pembantu ketua dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

3.      Pembantu ketua dipilih oleh ketua STTB-K.

4.      Pembantu ketua diangkat dan diberhentikan oleh ketua STTB-K.

5.      Pembantu ketua bertanggungjawab langsung ketua STTB-K.

6.      Tugas pembantu ketua pada pokoknya adalah :

            Pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

6.1.Administrasi umum.

6.2.Pembinaan mahasiswa dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

7.   Fungsi pembantu ketua yang berkaitan dengan tugas yang disebutkan adalah :

7.1    Pembantu ketua bidang akademik : membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan Pendidikan dan pengajaran, penelitiandan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi :

                  Merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan pendidikan dan pengajaran serta pengabdian mahasiswa STTB-K kepada Tuhan, gereja, dan masyarakat.

                  Mengembangkan dan membina tenaga pengajar.

                  Mengembangkan, menyunting, dan memproduksikan bahan pelajaran.

                  Mempersiapkan usul bagi program pendidikan baru seperlunya.

                  Mengusulkan  perencanaan dan pengelolaan anggaran berhubungan dengan bidangnya.

                  Mengolah data yang menyangkut pendidikan dan pengajaran, serta hasilnya.

                  Pembantu ketua bidang administrasi umum, membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan administrasi umum, yang meliputi :

            Membina kepegawaian serta kesejahteraan .

            Mengelola perlengkapan.

            Mengelola Kerumahtanggan dan memelihara ketertiban.

            Mengurus ketatausahaan.

            Mentelenggarakan hubungan STTB-K dengan gereja-gereja dan masyarakat.

            Mengusulkan perencanaan dan pengelolaan anggaran berhubungan dengan bidangnya.

            Mengelola data yang menyangkut administrasi, keuangan, dan pegawai.

                  Pembantu ketua bidang kemahasiswaan : membantu ketua memimpin pelaksanan kegiatan pembinaan mahasiswa dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa yang meliputi :

            Melaksanakan kegiatan kemahasiswaan dalam rangka usaha pembnguna spiritual mahasiswa.

            Tetap memperhatikan nilai-nilai dan tanggungjawab yang bersifat akademik.

            Melaksanakan  Usaha kesejahteraan mahasiswa

            Melaksanakan pembinaan mahasiswa oleh seluruh staf dosen dalam pengembangan sikap dan orientasi, serta kegiatan mahasiswa yang antara lain meliputi persekutuan, seni budaya dan olah raga.

            Bekerjasama dengan semua pihak dalam setiap usaha di bidang kemahasiswaan serta usaha pengabdian kepada gereja dan masyarakat.

             

Memperhatikan sikap mahasiswa agar terciptanya iklim pendidikan yang baik di kampus, dan membantu pelaksanan program pembinaan, pemeliharaan kesatuan dan persatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD’45.

Mengusulkan perencanaan dan pengelolaan anggaran berhubungan dengan bidangnya.

 

Pasal 19

SENAT SEKOLAH TINGGI

 

1.      Senat sekolah tinggi merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi STTB-K.

2.      Senat sekolah tinggi mempunyai tugas pokok sebagai berikut :

2.1.Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan STTB-K.

2.2.            Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan pengembangan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika.

2.3.            Merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan STTB-K.

2.4.            Memberikan persetujuan atas rencana anggaran pendapatan dan belanja STTB-K yang diajukan oleh ketua.

2.5.            Menilai pertanggungjawaban ketua atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan.

2.6.            Merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan pada STTB-K.

2.7.            Menegakkan norna-norma yang berlaku bagi sivitas akademika.

2.8.            Mengusulkan perubahan Pasca Sarjana STTB-K.

 

3.      Senat sekolah tinggi terdiri atas ketua, pembantu ketua, ketua jurusan dan semua dosen tetap STTB-K.

4.      Rapat senat sekolah tinggi ditetapkan dan dipimpin oleh ketua yang didampingi oleh sekretaris senat sekolah tinggi yang dipilih diantara anggota.

5.      Tata cara pengambilan keputusan dalam rapat senat sekolah tinggi bersifat musyawarah dan mufakat.

6.      Dalam melaksanakan tugasnya, senat sekolah tinggi dapat membentuk komisi-komisi yang beranggotakan anggota senat sekolah tinggi dan bila dianggap perlu ditambah anggota lain.

BAB VI

UNSUR PELAKSANA, UNSUR PENUNJANG, DAN UNSUR KELENGKAPAN

 

Pasal 20

UNSUR PELAKSANA AKADEMIKA : TENAGA KEPENDIDIKAN

 

1.      Tenaga kependidikan STTB-K terdiri atas dosen dan tenaga penunjang akademika.

2.      Dosen adalah seorang yang berdasarkan pendidikan dan keahliannya diangkat oleh penyelengara STTB-K dengan tugas :

2.1.            Melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada Tuhan, gereja dan masyarakat sesuai dengan bidang ilmu dan keahliannya.

2.2.            Memberi bimbingan kepada mahasiswa dalam rangka memenuhi kebutuhan dan minat mahasiswa didalam proses pendidikannya.

3.      Dosen dapat merupakan dosen tetap, dosen tidak tetap, dosen tamu dan instruktur.

3.1.            Dosen tetap adalah dosen yang diangkat oleh ketua STTB-K dan ditempatkan sebagai tenaga tetap pada STTB-K.

3.2.            Dosen tidak tetap adalah dosen yang bukan tenaga tetap STTB-K.

3.3.            Dosen tamu adalah seorang yang diundang dan/atau diangkat untuk menjadi dosen STTB-K selama jangka waktu tertentu.

3.4.            Instruktur adalah seorang yang diangkat untuk membantu dosen tetap.

4.      Syarat untuk menjadi dosen tetap STTB-K :

4.1.            Telah lahir baru dalam Tuhan Yesus Kristus.

4.2.            Mendapat rekomendasi dari gereja sebagai anggota yang setia.

4.3.            Berwawasan Pancasila, Undang-Undang Dasar1945 serta memiliki rasa tanggungjawab terhadap masa depan bangsa dan Negara.

4.4.            Memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar sesuai dengan bidangnya :

4.1.1.                  Lulus S-1 theologia/umum dengan minimal IP 3,00

4.1.2.                  Lulus S-2 theologia/umum dengan minimal IP 3,00

4.1.3.                  Lulus S-3 theologia/umum dengan minimal IP 3,00

4.5.            Memiliki moral dan integritas yang tinggi.

4.6.            Bersedia memenuhi segala ketentuan yang berlaku di lingkungan STTB-K.

4.7.            Bersedia bekerja sepenuh waktu di STTB-K.

4.8.            Mendapat persetujuan dari senat STTB-K.

5.      Dosen tidak tetap diangkat oleh pembantu ketua bidang akademik selama satu semester, dan dapat diangkat kembali pada semester berikutnya.

6.        Dosen tamu diundang atas keperluan pendidikan teologia.

7.      Instruktur diundang untuk membantu dosen tetap atas usulan puket I dan disetujui senat.

8.      Jenjang jabatan akademik dosen pada dasarnya terdiri atas asisten ahli, lector, dan guru besar.

8.1.            Syarat menjadi guru besar :

8.1.1.      Memenuhi persyaratan dosen STTB-K.

8.1.2.      Memiliki jabatan akademik guru besar.

8.1.3.      Memiliki kemampuan akademik untuk membimbing calon doktor.

8.1.4.      Mengikuti aturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Untuk dapat diusulkan menjadi guru besar harus mebdapat persetujuan dari senat STTB-K.

8.2.            Sebutan guru besar yang telah mengakhiri masa jabatannya dapat diangkat kembali menjadi guru besar di STTB-K, penghargaan istimewa dengan sebutan guru besar ewmeritus.

8.3.            Guru Besar yang telah mengakhiri masa jabatannya dapat diangkat kembali menjadi Guru Besar di STTB-K penghargaan istimewa, dengan sebutan guru besar emeritus.

9.      Wewenang dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian jabatan akademik diatur dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

10.  Tata cara penerimaan tenaga kependidikan dan penggajian diatur dalam peraturan tersendiri.

11.  Tenaga kependidikan STTB-K berada dibawah dan tanggungjawab langsung kepada pembantu ketua bidang akademik.

 

 

 

Pasal 21

UNSUR PELAKSANA AKADEMIK : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

 

1.      Koordinator pengabdian kepada masyarakat merupakan unsure pelaksana di lingkungan STTB-K untuk menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan ikut mengusahakan sumber daya yang diperlukan.

2.      Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh STTB-K baik melalui koordinator pelayanan masyarakat (Kopma) maupun dengan cara-cara lain sesuai dengan keperluan.

3.      Lembaga pengabdian kepada masyarakat dapat dibentuk oleh STTB-K sesuai dengan keperluan dan kemampuannya.

4.      Koordinator pengabdian kepada masyarakat diangkat oleh dan bertanggungjawab kepada ketua STTBK melalui pembantu ketua bidang akademi dan pembantu ketua bidang kemahasiswaan sesuai dengan bidangnya.

Pasal 22

UNSUR PELAKSANA ADMINISTRATIF

 

1.      Unsur pelaksana administrative pada STTB-K terdiri atas bagian-bagian administrasi akademik, administrasi umum, dan administrasi kemahasiswaan.

2.      Masing-masing bagian unsur pelaksana administratif pada ayat 1 pasal ini dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggungjawab langsung kepada pembantu ketua STTB-K yang membidanginya.

2.1.      Yang bertanggungjawab kepada pembantu ketua bidang akademik :

2.1.1.      Progrm akademik.

2.1.2.      Bagian pengembangan kurikulum.

2.1.3.      Registrasi, administrasi, dan transkrip.

2.1.4.      Biro skripsi.

2.1.5.      Perpustakaan.

2.2.Yang bertanggunjawab kepada pembantu ketua bidang administrasi umum :

2.2.1.      Humas dan pencari dana.

2.2.2.      Pengelola kampus..

2.2.3.      Urusan kepegawaian.

2.2.4.      Bendahara.

2.3. Yang bertanggunjawab kepada pembantu ketua bidang kemahasiswaan :

2.3.1.      Bapak/ibu asrama.

2.3.2.      Koordinator pelayanan mahasiswa (Kopma).

2.3.3.      Kegiatan keterampilan/jasa.

2.3.4.      Badan perwakilan mahasiswa (BPM).

2.3.5.      Senat mahasiswa (Sema).

 

Pasal 23

UNSUR PENUNJANG

 

1.      Unsur penunjang pada STTBK berbentuk unit pelaksana teknis, yang terdiri atas perpustakaan, asrama, dan unsur penunjang lain sesuai dengankeperluannya.

2.      Perpustakaan dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat oleh dan bertanbggungjawab langsung kepada puket I.

3.      Perpustakaan dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4.      Asrama di kelola sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­

Pasal 24

TATA KERJA

 

1.      Semua unsur organisasi STTBK dalam melaksanakan tugasnya masing-masing menerapkan prinsip koordinasi, sinkronisasi, dan integritasi, baik dilingkungan STTB-K maupun dengan lembaga lain, untuk menyatukan gerak dan langkah yang serasi dengan tugasnya.

2.      Ketua STTB-K bertanggungjawab kepada penyelenggara. Pejabat-pejabat lainnya bertanggungjawab kepada ketua STTB-K.

BAB VII

KETENAGAAN

 

1.      Jenis tenaga di STTB-K adalah tenaga pengajar, tenaga administratif, dan tenaga teknis.

2.      Status ketenagaan di STTB-K adalah tenaga tetao, dan tenaga tidak tetap.

3.      Tenaga tetap adalah tenaga yang digaji oleh STTB-K atau oleh lembaga lain, dan dipekerjakan di STTB-K.

4.      Tenaga tidak tetap adalah tenaga selain yang disebutkan pada ayat 3 pasal ini, yang mendapat honorarium dari STTB-K.

5.      Jenjang kepangkatan dan golongan/ruang gaji tenaga pengajara tetap, diatur dalam peraturan sistem penggajian STTB-K.

 

 

Pasal 26

TENAGA ADMINISTRASI DAN TENAGA TEKNIS

 

1.      Tenaga administrasi dan tenaga teknis disebut pegawai.

2.      Pegawai tetap diangkat oleh ketua STTB-K.

3.      Jenjang kepangkatan dan golongan/ ruang gaji pegawai tetap diatur dalam peraturan sistem penggajian STTB-K.

4.      Pegawai tidak tetap diangkat oleh pembantu ketua bidang administrasi umum.

5.      Penempatan pegawai dilingkungan STTB-K diatur oleh ketua, dengan berdasarkan kebutuhan/ formasi yang ada.

6.      Tata cara penerimaan pegawai diatur dalam peraturan tersendiri.

7.      Persyaratan pegawai STTB-K diatur dalam ketentuan tersendiri.

 

Pasal 27

PEMBINAAN SPIRITUAL PEGAWAI

 

1.      Pembinaan spiritual bagi tenaga di lingkungan STTB-K dilaksanakan dalam bentuk kebaktian, pemahaman alkitab, persekutuan dan doa, ceramah, perayaan hari raya kristen, dan kebaktian.

2.      Pembinaan spiritual yang dimaksud ayat 1 menjadi tanggungjawab pembantu ketua bidang administrasi umum.

 

BAB VIII

KEMAHASISWAAN

 

1.      Yang dapat diterima sebagai mahasiswa STTB-K adalah :

1.1.            Orang kristen yang mendapatkan rekomendasi dari gerejanya sebagai anggota setia dan bersusila tinggi yang sudah aktif melayani minimal dua tahun.

1.2.            Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh STTB-K.

1.3.            Lulus minimal SMTA dan/ atau dari pendidikan yang memenuhi syarat untuk  program yang terkait.

1.4.Berumur minimal 19 tahun.

1.5.Bebas narkoba.

1.6.Persyaratan lain yang ditentukan oleh STTB-K.

2.      Tata cara penerimaan mahasiswa, termasuk masalah penerimaan mahasiswa dari satu program ke program yang lebih tinggi, diatur dalam buku pedoman STTB-K.

 

Pasal 29

ORGANISASI KEMAHASISWAAN

 

1.      STTB-K membentuk badan perwakilan mahasiswa (BPM) dan Senat Mahasiswa (Sema)

Yang dikelola oleh mahasiswa.

2.      Badan perwakilan mahasiswa (BPM) adalah organisasi kemahasiswaan yang bersifat legeslatif yang tugasnya :

2.1.Memberikan saran kepada sema.

2.2.Menyusun program kegiatan dan mengawasi pelaksanaan bagi sema/.

2.3.Membentuk sema.

2.4.Hanya berwenang bertindak ke dalam, dan tidak berwenang mengadakan kegiatan diluar kampus.

3.      Anggota- anggota Bpm adalah unsur yang mewakili seluruh mahasiswa, dan dipilih dari mahasiswa yang diwakilinya.

4.      Masa bakti Bpm adalah satu tahun, dan dapat dipilih kembali.

5.      Senat mahasiswa (Sema) adalah organisasi kemahasiswaan yang bersifat eksekutif, yang tugas dan wewenangnya :

5.1.Melaksanakan program kegiatan yang telah disusun oleh Bpm, sebagaimana disebutkan ayat 2.2.2. pasal ini.

5.2.Mewakili mahasiswa dalam persoalan intern STTB-K.

5.3.Berhak dan wajib mengikuti semua kegiatan Tri darma perguruan tinggi, yang ditentukan oleh STTB-K.

5.4.   Dapat melaksanakan kegiatan diluar kampus yang mengatasnamakan STTB-K, dengan seijin dan sepengetahuan dan dipertangungjawabkan kepada ketua STTB-K.

6.      Anggota-anggota sema dipilih oleh BPM.

7.      Masa bakti sema adalah satu tahun, dan dapat dipilih kembali.

8.      Tata cara pembentukan BPM dan sema diatur dalam peraturan tersendiri.

 

Pasal 30

PEMBINAAN MAHASISWA

 

1.      Pembinaan mahasiswa memberi tekanan yang proposional antara pendidikan dan pembentukan spiritual mahasiswa, serta pengalaman praktis.

2.      Dalam rangka pembinaan mahasiswa, STTB-K memberi kesempatan yang seluas-luasnya serta memberi dorongan kepada mahasiswa untuk aktif dalam pelayanan gereja dan masyarakat.

 

BAB IX

PROGRAM-PROGRAM PENDIDIKAN, KURIKULUM

DAN HASIL PENDIDIKAN

 

Pasal 31

PROGRAM PENDIDIKAN

 

1.      STTB-K menyelenggarakan program pendidikan gelar dan profesional dalam berbagai tingkat pendidikan teologia.

2.      STTB-K menyelenggarakan program pendidikan teologia tingkat pasca sarjana keatas bekerjasama dengan sekolah-sekolah teologia Baptis didalam dan diluar negeri.

3.      STTB-K dapat menjalin hubngan kerjasama yang tidak mengikat dengan lembaga pendidikan lain, sejauh hal itu bermanfaat bagi STTB-K dan tidak melanggar asas kepercayaan dasar STTB-K.

 

Pasal 32

MACAM PROGRAM PENDIDIKAN STTBK

 

1.      Program Diploma.

2.      Program sarjana theologia.

3.      Program pasca sarjana.

4.      Penjabaran program pendidikan pasal ini dimuat dalam buku pedoman STTB-K.

 

Pasal 33

KURIKULUM

 

1.      Penyusunan dan pengembangan kurikulum, memperhatikan :

1.1.Pendekatan kemampuan yang berorientasi pada tujuan.

1.2.            Pemilihan pengalaman belajar mengajar yang relevan dan yang terdiri dari tiga kelompok kategori, yaitu : teorities, latihan terbatas, dan praktik lapangan.

1.3.            Ramuan pengalaman belajar mengajar kedalam program studi-program studi, terdiri dari kelompok komponen dasar dan kelompok profesional.

2.      Kurikulum tersebut pada ayat 1 pasal ini diatur dalam peraturan STTB-K sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

 

Pasal 34

HASIL PENDIDIKAN

 

1.      Keberhasilan pendidikan ditandai dengan ijazah yang diberikan kepada mereka yang dinyatakan lulus, sesuai dengan program pendidikan yang bersangkutan.

2.      Penetapan keberhasilan ditentukan dengan norma tertentu yang diatur dalam peraturan tersendiri.

3.      Kelulusan ditetapkan dengan predikat :

3.1.Lulus.

3.2.Lulus dengan penghargaan : cum laude (IP 3.5), magna cum laude (IP. 3.7), SUMMA CUM LAUDE (IP 3.9+).

4.      STTBK menyelenggarakan wisuda bagi mahasiswa yang telah dinyatakan berhasil lulus dari program pendidikan yang diikutinya.

5.      Mahasiswa yang memenuhi syarat untuk wisuda diumumkan oleh ketua STTB-K kepada mahasiswa yang bersangkutan.

6.      Mahasiswa yang berhasil dalam program gelar, berhak menggunakan gelar kesarjanaan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7.      Memberi penghargaan kepada mahasiswa yang lulus dengan prestasi pada bidang tertentu.

8.      Memberi penghargaan khusus berupa sertifikat KPM.

 

BAB X

RAPAT-RAPAT

 

Pasal 35

RAPAT SENAT STTBK

 

1.      Rapat senat STTB-K diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester.

2.      Rapat diluar ketentuan ayat 1 pasal ini dapat diadakan bila dianggap perlu oleh ketua STTBK atau diusulkan oleh sekurang-kurangnya setengah dari anggota senat STTB-K.

3.      Rapat senat STTB-K terbuka diselenggarakan untuk mewisuda mahasiswa yang dinyatakan berhasil dari program pendidikan yang diikutinya.

 

Pasal 36

RAPAT TENAGA PENGAJAR LENGKAP

 

1.      Yang dimaksudkan dengantenaga pengjar lengkap adalah semua dosen tetap dan tidak tetap yang aktif mengajar dalam semester yang sedang berjalan.

2.      Rapat tenaga pengajar lengkap STTB-K merupakan sarana bagi tenaga pengajar untuk melaksanakan tugas pengajarannya.

3.      Rapat tenaga pengajar lengkap diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan.

4.      Diluar ketentuan ayat 2 pasal ini, rapat tenaga pengajar lengkap dapat diadakan bila dianggap perlu oleh ketua STTB-K atau oleh Puket I.

5.      Rapat tenaga pengajar lengkap dipimpin oleh pmbantu ketua bidang akademik.

 

Pasal 37

 RAPAT LAIN

 

Rapat-rapat lain dapat diadakan sesuai dengan keperluan.

 

BAB XI

KEUANGAN

 

Pasal 38

ANGGARAN TAHUNAN

 

Rencana anggaran tahunan STTB-K disyahkan oleh penyelenggara yaitu Yayasan Bethany Kalimantan.

Pasal 39

SUMBER KEUANGAN

 

Sumber keuangan STTB-K diperoleh dari :

1.      Penyelenggara.

2.      Gereja Bethany Indonesia.

3.      Biaya Pendidikan Mahasiswa.

4.      Mitra didalam dan diluar negeri.

5.      Sumbangan-sumbangan lain yang tidak mengikat dari badan-badan penyokong.

6.      Sumbangan perseorangan.

7.      Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.

 

Pasal 40

ADMINISTRASI KEUANGAN

 

1.      Bendahara bertanggung jawab kepada ketua STTB-K mengenai pemasukan dan pengeluaran uang STTB-K melalui pembantu ketua bidang administrasi umum.

2.      Bendahara dan pembantu ketua bidang administrasi umum bekerjasama sebagai tim pengelola keuangan, dengan pembantu ketua itu sebagai pemegang wewenang dan penanggungjawab secara struktual.

3.      Pembukuan tahunan STTB-K diperiksa oleh suatu tim pemeriksa keuangan Yang ditunjuk oleh dewan pimpinan Yayasan Bethany Kalimantan. Hasil pemeriksaan disampaikan secara tertulis kepada ketua STTB-K.

 

 

 

BAB XII

KETENTUAN LAIN

 

Pasal  41

BUKU PEDOMAN

 

1.      Buku pedoman merupakan pedoman bagi STTB-K dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, dan berfungsi sebagai salah satu sarana/ prasarana dalam melaksanakan programnya.

2.      Buku pedoman ditertibkan oleh STTB-K, dan berisdi sekurang-kurangnya :

2.1.Penjelasan umum tentang dasar dan tujuan STTB-K.

2.2.Penjelasan tentang sistem kredit semester (SKS).

2.3.Program-progranm pendidikan yang diselenggarakan .

2.4.Sistem penyelenggaraan pengajaran dan kegiatan akademik.

2.5.Sistem penilaian.

2.6.Skripsi, tesis, dan disertasi.

2.7.Pelayanan kepada mahasiswa.

2.8.Syarat menjadi mahasiswa.

2.9.Beasiswa.

2.10.        Kalender pendidikan.

2.11.        Daftar mata kuliah.

2.12.        Daftar nama dosen.

2.13.        Sejarah STTB-K secara singkat.

2.14.        Lampiran-lampiran.

2.14.1.  Pasca Sarjana STTB-K

2.14.2.  Peraturan-peraturan STTB-K yang bersangkutan dengan mahasiswa.

2.14.3.  Lain-lain/ seperlunya.

 

Pasal 42

KETENTUAN PERALIHAN

 

Hal-hal yang belum diatur dalam Pasca Sarjana ini akan diatur menurut keperluan dalam pedoman kerja yang isinya tidak bertentangan dengan Pasca Sarjana STTB-K..

 

Pasal 43

PENUTUP

 

Usul perubahan, pengurangan atau penambahan Pasca Sarjana ini dapat diusulkan oleh senat STTB-K atau penyelenggara. Usul itu harus mendapat persetujuan penyelenggaraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perubahan, pengurangan atau penambahan yang diusulkan harus diedarkan kepada semua anggota senat dan penyelenggara untuk dipelajari sekurang-kurangnya sebulan sebelum rapat.

Kontak Kami

qlForm generator by ql.de

Facebook Like

Loading radio ...

Rss Feed

University of Dallas Subject Guides: Religion and Theology: Home

New content feed for the Home page of the Religion and Theology guide.